HAMPIR SELURUH BUMN AKAN MATI KARENA BELUM BERINOVASI TINGKAT TINGGI!
“Hingga Desember 2018 lalu, menurut Bambang, setidaknya ada 10 BUMN dengan utang terbesar, antara lain BRI menanggung utang Rp1.008 triliun, Bank Mandiri utang Rp997 triliun, BNI utang Rp660 triliun, PLN utang Rp543 triliun, Pertamina utang Rp522 triliun, BTN utang Rp249 triliun, Taspen utang Rp222 triliun, Waskita Karya utang Rp102 triliun, Telekomunikasi Indonesia utang Rp99 triliun, dan Pupuk Indonesia utang Rp76 triliun.”
Hingga saat ini, visi dan misi BUMN sangat rendah sekali mutunya, jauh di bawah China dan India yang sudah terlebih dahulu menghancurkan pengaruh sihir Newton dan Einstein dalam tubuh kurikulum Negaranya!
Contoh:
Mari kita perhatikan salah satu esensi misi CSCEC,
“We pool talents from around the world, implement a unified position system for all CSCEC companies and establish four promotion channels for employees, management, professional, consultant and operation.”
Bukan hanya itu, industri konstruksi China menjadikan inovasi sebagai solusi AMDAL (inovasi tingkat ketiga), hal ini berbeda jauh sekali dengan WASKITA yang menjadikan inovasi sebagai alat daya saing (inovasi tingkat kedua) yang justru akan mengakibatkan sistem manajemen membawa perusahaan untuk bergerak jatuh dan mati!
“Kini, Waskita Karya tengah menggalakkan transformasi digital dan inovasi metode kerja. “Dengan penerapan teknologi informasi dan pengembangan metode konstruksi, kami akan mampu meningkatkan efisiensi dan daya saing,” jelas Destiawan.”
Lalu adakah solusinya?
Tentu saja ada!
Skema pertama:
HANYA INOVASI TINGKAT TINGGI YANG AKAN MENYELAMATKAN PT KINO INDONESIA DARI KEHANCURAN!
Pelajaran berharga bagi UKM-INDUSTRI-BUMN INDONESIA bukan hanya dari KINO TBK sebenarnya, ada ribuan perusahaan di dunia yang masih salah kaprah dan merasa besar dan akan langgeng dengan inovasinya yang justru mereka akan tersungkur sekarat karenanya.
Ada dua kunci ekspansi dan kelanggengan usaha yang sudah diterapkan perusahaan yang benar-benar telah berinovasi tingkat tinggi seperti Nestle (umur perusahaan lebih dari 100 tahun) sebagaimana yang dibocorkan oleh Paul B. (seorang CEO NESTLE) dan beberapa perusahaan lainnya yang tidak akan saya bocorkan di sini tentunya.
Sayangnya, seperti kasus inovasi tingkat pertama yang diagungkan PT KINO yang justru akan melahap habis keuntungan perusahaan secara perlahan namun pasti tiap kuartalnya, kemudian secara tidak sadar bahwa sejarah perusahaan tersebut telah mencetak bahwa KINO bukan unggul dalam strategi inovasi yang berkelanjutan.
Oleh karena itu, bukan sembarang inovasi yang akan membuat usaha langgeng dan jauhi konsep produk viral kemudian sekarat!
https://youtu.be/hrni8COdjuo
Info selengkapnya, konsultasi dan kemitraan bisnis inovasi tinggi agar usaha bisa berekspansi mendunia dan melintas abad (UKM/IKM-INDUSTRI-BUMN) :
082110788002
Rizal Pahlevi | Program Inovasi Tingkat Tinggi PANCANOMICS™
“Program Inovasi Terbaik dan Pertama di Dunia Yang Membantu UMKM Untuk Berekspansi Mendunia dan Melintas Abad via Inovasi Tingkat Tinggi berlandaskan IPTEK yang IMTAQ Dengan Formulasi Modifikasi Rumusan Fisika Nuklir Skema SCaD”