
Ya jelas Amerika memberikan drone “canggih” (karena bisa mencuri data militer Indonesia dan bisa mencelakakan manusia tak berdosa) secara cuma-cuma!
Sejarah model seperti ini pernah terjadi saat raja Romawi menghadiahkan sejuta buku filsafat yang bertujuan untuk menghancurkan kerajaan Islam karena buruknya pengaruh filsafat terhadap kehancuran suatu bangsa yang mempelajarinya.
“Hadiahkan saja secara gratis kitab-kitab Filsafat itu kepada Kerajaan Muslim, karena tidaklah suatu Negara-Kerajaan yang mempelajarinya kecuali akan hancur dengan sendirinya (diakibatkan banyaknya yang kafir dan perdebatan berkepanjangan)!” – Ucap pendeta Yahudi.
Solusi?
BISNIS KELAS KAKAP!
Mari kita bentuk perusahaan teknologi lebih besar inovasinya dari TESLA dan SpaceX sekaligus hanya dengan modal sebesar 77 miliar rupiah!
MENGAPA BANYAK BISNIS ANTARIKSA BINASA DAN AKAN DISUSUL DENGAN BINASANYA TRANSPORTASI DENGAN KENDALI ROBOT-OTOMATIS!
Karena mereka dibangun di atas sains atheisme yang dikutuk Allah!
Ambisi besar mewujudkan koloni Planet Mars dari Mars One kini pupus. Musababnya, perusahaan antariksa swasta itu dinyatakan bangkrut per 15 Januari lalu. Pengadilan sipil Basel, Swiss mengabulkan permintaan bangkrut perusahaan yang berdiri pada 2012.
Dengan demikian, misi perusahaan yang berambisi mengirimkan koloni ke Planet Merah itu berakhir tamat.
Dikutip dari New Atlas, Selasa 12 Februari 2019, kabar pertama bangkrutnya Mars One, yang bermarkas di Basel ini, diungkap oleh postingan pengguna Reddit.
Tentu saja dari kejadian di atas menyebabkan investor dunia tahu hakikat proyek antariksa yang sebenarnya adalah palsu!
Elon Musk lantas banting stir ke anggaran mobil listrik TESLA, tapi celakanya malah memakai iming-iming kecerdasan buatan dengan dalih “autonomous car” / “smart city” yang justru akan membuat TESLA akan melesat jatuh di masa depan!