INOVASI TINGKAT TINGGI SOLUSI INDUSTRI GULA NEGERI UNTUK BEREKSPANSI

Agar industri gula dalam Negeri bisa mengalami pertumbuhan organik dan inorganik secara optimal maka perlu adanya “core technology” dalam bentuk teknologi mini kuantum komputer PANCANOMICS sebagai proteksi, efisiensi dan efektivitas sehingga kegiatan koordinasi perusahaan berjalan baik.

Hal utama dan sangat urgent untuk dibenahi bersama adalah perlunya industri gula lokal dan lembaga terkait memiliki teknologi mini kuantum komputer sebagai penyokong “big data” sehingga bisa mengoptimalkan hasil panen petani tebu, distribusi hasil produksi, transparasi harga jual, sinkronisasi data ekspor-impor dll. sehingga tercipta koordinasi yang efisien dan akurasi tinggi untuk peningkatan kualitas-kuantitas serta proteksi hasil produksi dalam Negeri.

“Harapannya memang yang penting adalah data, jadi harus betul dan sesuai dengan data, sehingga kebutuhan impor jumlahnya harus diatur dengan benar, artinya sesuai dengan kebutuhan di pasar agar tidak oversuply, kemudian harus diatur juga waktunya, karena kalau tidak, mungkin dalam waktu tertentu akan rendah dan harga gula bisa tinggi,” sambung Yadi.

Yadi berharap kebijakan impor gula yang akan dilakukan kedepan tidak menguntungkan satu pihak, namun justru mengorbankan pihak lain dalam hal ini petani gula dalam negeri.

Perlu diatur jumlah secara total kemudian diatur waktu dan kuota impornya sehingga tidak mengganggu produksi gula lokal, karena kalau datanya kurang tepat, atau tidak melihat kondisi, makanakan terjadi pasar yang tidak baik, pasar jenuh dan pasar langka,” tutupnya.- IDXChannel.com

Dengan adanya arus data yang memadai bagi pelaku industri gula Negeri tentunya akan menjadi landasan agar petani dan industri terkait mendapatkan dana insentif yang memadai pula.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ekonom Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Achmad Heri Firdaus mengatakan, banyak pekerjaan rumah pemerintah untuk membenahi industri gula dalam negeri guna mengurangi impor di periode mendatang.

Diantaranya memberikan insentif pada petani dan meningkatkan produksi gula.


Inovasi tingkat tinggi yang dilakukan Negara Brazil dalam teknologi perkebunan telah dicontoh oleh salah satu industri gula di India.Padahal India merupakan Negara yang diprediksi kuat akan menguasai nuklir dunia.

“In Brazil, Ridesa (Inter-university Network for the Development of the Sugar and Ethanol Sector) is a national programme for seed research, which involves the government, industry and universities.

Brazil also provides good illustration of direct involvement of industry in research.Copersucar, a large sugar producer, has been responsible for innovations through its 56 research arm.

Kita beralih ke India, lantas inovasi proses seperti apa yang dilakukan industri gula di India?

Inovasi yang dilakukan India tergambar jelas seperti berikut:

Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Investasi, Syukur Iwantoro, mengatakan rahasia murahnya gula di negara tersebut lantaran pola operasi pabrik-pabrik di India yang tidak hanya fokus menghasilkan gula, tetapi juga produksi listrik dari sisa ampas tebu. Bahkan, hasil penjualan listrik ini menjadi pendapatan utama bagi para produsen gula di negara Bollywood tersebut.

“Di India kenapa gula murah? Karena pabrik gula di sana itu selain menghasilkan gula, juga menghasilkan listrik. Jadi pendapatan utamanya dari listrik. Sedangkan gula itu jadi pendapatan sampingan,” ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Sabtu (8/7/2017).

Sebenarnya bukan hanya efisiensi listrik yang digunakan pabrik gula di India.
Akan tetapi, memperhatikan juga dari segi peningkatan teknologi efisiensi panas yang terbuang dari proses produksi.

Perlu diperhatikan!
Efisiensi kalori ini memiliki impact yang signifikan tiap tahunnya dibanding efisiensi listrik.
Artinya teknologi proses kristalisasi dengan suhu rendah benar-benar berhasil diterapkan oleh industri gula India.

“In most solutions, the solubility of the compound increases with rising temperature. As saturated solutions cool, the mixture becomes supersaturated and crystallization starts. The major advantages of cooling crystallization are very high uniformity of crystal size and energy efficiency. With heat input for evaporation eliminated, a tremendous energy savings is established.”

Inilah salah satu kunci terpenting suksesnya pabrik gula di India.

Dengan konsep sinergi diantara triple helix dalam berinovasi Brasil dan India merupakan Negara yang berhasil mengoptimalkan efektivitas dan efisiensi di sektor pertanian-perkebunan, contoh lain dalam produksi kopi Brasil;

“Luas lahan perkebunan kopi Indonesia mencapai 1,3 juta hektar.Sementara Brazil yang merupakan produsen kopi nomor wahid di dunia hanya memiliki lahan perkebunan kopi seluas 650 ribu hektar.”

Sudah saatnya Indonesia bergerak dan berinovasi tingkat tinggi untuk menggenjot efektivitas-efisiensi untuk mengoptimalkan produksi gula Negeri sehingga bisa berekspansi kedepannya.

Indonesia cukup dengan 8 juta hektar lahan pertanian sangat potensi untuk dioptimalisasi.
Aksi nyata bisa dimulai dari implementasi robot phyton untuk akurasi tingkat tinggi masa tanam dan panen serta implementasi teknologi mini kuantum komputer sebagai “big data” untuk mencapai target hasil pertanian yang optimal.

Robot phyton sebagai solusi akurasi masa panen sehingga mengoptimalkan hasil panen.

Info selengkapnya, konsultasi dan kemitraan bisnis inovasi tinggi agar usaha bisa berekspansi mendunia dan melintas abad (UKM/IKM-INDUSTRI-BUMN):

082110788002

Rizal Pahlevi | Program Inovasi Tingkat Tinggi PANCANOMICS™

“Program Inovasi Terbaik dan Pertama di Dunia Yang Membantu UMKM Untuk Berekspansi Mendunia dan Melintas Abad via Inovasi Tingkat Tinggi berlandaskan IPTEK yang IMTAQ Dengan Formulasi Modifikasi Rumusan Fisika Nuklir Skema SCaD”

Diterbitkan oleh Rizal Pahlevi | PANCANOMICS @revolusiteknologi (Telegram)

Dukung @pancaverse (Telegram)

Satu pendapat untuk “INOVASI TINGKAT TINGGI SOLUSI INDUSTRI GULA NEGERI UNTUK BEREKSPANSI

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai