INOVATOR PENENTU KEMERDEKAAN NEGARA DI ERA DIGITAL

Sekalipun Rusia diboikot SWIFT, jika inovator Rusia cerdas memanfaatkan RQC maka hal ini tidak akan menjadi ancaman serius bagi KEMERDEKAAN bertindak Rusia. Jadi kunci KEMERDEKAAN suatu Negara di era sekarang adalah INOVATOR bukan lagi PROKLAMATOR.

Di perang dunia 3 senjata yang paling dominan selain nuklir-alutsista dan yang menjadi kunci kemenangan perang adalah kuantum komputer.

Indonesia wajib memiliki teknologi ini, karena itu Indonesia wajib memanfaatkan hasil inovasi tingkat tinggi yang sudah tersedia dalam bentuk teknologi mini kuantum komputer PANCANOMICS.

Dengan memiliki teknologi inti seperti ini maka hakikat KEMERDEKAAN Indonesia dalam POLEKSOSBUDTEK akan bisa diperoleh serta dapat mendukung segera terlaksananya empat pilar teknologi Bangsa.

Untuk mewujudkan Negara Super Power, setidaknya ada empat pilar yang wajib ada pada suatu Negara:

1.Inovasi Teknologi Pertambangan

Setiap Negara ingin sekali mempunyai SDA yang melimpah layaknya nuswantoro ini, karena itu bangsa ini harus dapat mengolah SDA tersebut secara mandiri agar perekonomian maju.

Tidak dapat dipungkiri setiap Negara menginvasi Negara lain karena ingin merebut SDA baik secara perang ataupun penguasaan politik dan jeratan hutang antar Negara.

Solusi yang terbaik adalah bangsa ini harus mau melepas kuasa asing dan berupaya menciptakan inovasi teknologi untuk mengolah pertambangan secara mandiri sehingga bisa membuka anggaran untuk masalah yang lain.

2.Inovasi Teknologi Pengolah Sampah

Sampah adalah suatu potensi besar sumber energi alternatif yang dapat membuat sebuah bangsa lebih maju dan sehat.

Di India, sampah digunakan untuk sumber energi pengolahan produk berbagai jenis industri sehingga Negara tersebut maju pesat dalam hal ini.

Di Jerman, setiap industri dan pemerintahan bertanggung jawab terhadap sampah kemasan dengan cara membeli sampah tersebut dari masyarakat, sehingga berdampak masif untuk kesehatan dan stabilitas Negara tersebut karena lingkungannya yang lebih sehat.

Di Jepang, dengan memanfaatkan penemuan bakteri baru pengurai sampah plastik yang Allah takdirkan kondisi kimiawi perairan di sana cocok untuk tumbuhnya bakteri tersebut, memungkinkan Negara tersebut dapat melakukan inovasi teknologi yang dapat berpengaruh secara masif dengan menghemat anggaran dalam jangka panjang.

3.Inovasi Teknologi Komputasi

Tidak bisa dipungkiri lagi bidang transfer pengetahuan ini menjadi mantra sakti untuk menghasilkan penghasilan baik secara individu maupun korporasi, untuk sebuah Negara perlu adanya sebuah inovasi untuk menciptakan suatu kuantum komputer yang dapat menghemat anggaran 20 kali lipat dibanding super komputer tercanggih di dunia, sehingga berguna untuk kepentingan pembuatan teknologi lain secara lebih efektif dan efisien.

4.Inovasi Teknologi Militer

Kunci Negara berdaulat adalah kekuatan militer yang besar, sekaya apapun suatu Negara akan rapuh tanpa militer yang kuat, karena itu bangsa ini harus mau memanfaatkan kemampuan bangsa nya untuk membuat suatu teknologi militer yang canggih dan dapat diperhitungkan Negara lain, jangan hanya cuma membeli senjata dari Negara lain, karena bisa jadi terdapata fungsi mata-mata pada senjata tersebut seperti halnya fungsi “spy” pada prosesor intel.

Segal pilar di atas harus dilakukan dengan dukungan triple helix agar berjalan dengan baik, sebagaimana yang dilakukan Jerman, dll.

Dan segala pilar di atas juga memiliki topang inovasi mandiri bangsa tersebut bukan mengandalkan bangsa lain yang juga berkepentingan.


Rizal Pahlevi

Owner Program Inovasi Tingkat Tinggi PANCANOMICS

Diterbitkan oleh Rizal Pahlevi | PANCANOMICS @revolusiteknologi (Telegram)

Dukung @pancaverse (Telegram)

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai