
Berbeda dengan sistem kendali automatis pada pesawat, untuk transportasi darat yang “obstacle”nya lebih banyak dan rumit maka sangat diperlukan suatu kecerdasan yang dapat bertindak stabil dan akurat yang disertai kecerdasan emosi yang tepat dalam mengkalkulasi agar tabrakan tidak terjadi. Sistem kendali seperti ini sangatlah mahal dan hanya dimiliki oleh kecerdasan manusia.
Oleh karena itu, sangatlah mengecewakan bahwa mobil dengan harga hampir tiga miliar rupiah belum ditambah biaya fitur autonomous, namun fitur tersebut malah membawa bencana bagi manusia.
Keterbatasan kecerdasan buatan ini sebenarnya peluang besar bagi ekspansi produsen EV lokal yang mau maju mengalahkan branding produk China dan Amerika sekaligus.
Ada beberapa poin yang perlu diperhatikan;
1. TEKNOLOGI MEMPUNYAI BATASAN DAN TIDAK AKAN PERNAH LEBIH PINTAR DARI MANUSIA APALAGI MENJADI TUHAN BARU SEBAGAIMANA YANG DIGEMBAR-GEMBORKAN FILM SAINS FIKSI.
Sudah saya susun sebuah buku rahasia teknologi dan batasan atom yang sebenarnya sehingga memiliki benang merah bahwa:
“Tidak akan pernah ada yang bisa menembus batasan yang sudah digariskan pena yang berasal dari langit begitupun atom hakikatnya adalah biji kristal air yang terbatas wujud dan kemampuannya (berbeda dengan konsep sains atheisme Eropa yang menganggap atom memiliki wujud yang terbentuk dari bagian-bagian kecil yang tak terbatas kuantitasnya juga meliputi kemampuannya yang tak terbatas sehingga diklaim bahwa kecerdasan buatan dari sebuah prosesor di masa depan akan dapat membentuk Tuhan baru sekaligus membentuk Alam Semesta baru dengan sendirinya)”
Sementara Negara maju bersiap untuk perang, Negara berkembang masih disibukkan membahas teknologi usang dan palsu untuk direalisasikan seperti contoh “autonomous car”.
“Dari ketiga topik diawal, Prof. Suhono Harso Supangkat, M.Eng., membawakan topik terakhir mengenai City Transformation and Autonomous Vehicle. Guru Besar di STEI ITB ini menjelaskan definisi, model, dan mengintegrasikan AEV ke Smart Capital City.
Menurut Prof. Suhono, kita harus berusaha membangun sistem transportasi yang fleksibel, dapat diandalkan, nyaman, efisien, dan inteligent. Sebagai penutup, ia memberikan kesimpulan bagaimana masa depan AEV di Indonesia.
“Kota-kota besar di Indonesia masih dalam proses dan perkembangan menuju smart city. Jangan harap AEV dapat menggantikan pengemudi high-end automotive dan mewujudkan driverless ecosystem dalam 10 tahun ke depan di kota-kota sekarang.
Tetapi di ibu kota baru, AEV lebih berpeluang besar untuk diimplementasikan,” pungkasnya.”
https://www.itb.ac.id/news/read/57622/home/ieeetalk-merancang-sistem-transportasi-berbasis-aev-di-ibu-kota-baru
Pendapat Prof. Suhono tersebut sangatlah tidak relevan dengan kenyataan banyaknya kecelakaan secara signifikan akibat sistem kendali AEV. Ford sendiri mengakui mustahilnya infrastruktur kendaraan dengan kendali robot untuk direalisasikan, bukan hanya dari segi biaya infrastruktur yang terlampau tinggi tapi juga dari segi sangat rumitnya menanamkan kecerdasan dalam membuat keputusan (kecerdasan emosi) semisal untuk mengkalkulasi kecepatan kendaraan yang tepat saat bertemu obstacle.
“Two fatal accidents involving Tesla vehicles operating on their Autopilot systems demonstrate how this space between semi-automated driving and intermittent human control may be the most dangerous place of all. In the Florida 2016 crash, the driver of the Tesla had his hands on the steering wheel for only 25 seconds of the 37 minutes in which he operated the vehicle in automated control mode. In California in 2018, the driver’s hands were not detected on the steering wheel in the six seconds preceding the crash.”
HARVARD BUSINESS REVIEW
2. KONSEP ATOM BARU DAN PELUANG BISNIS PRODUKSI MOBIL LISTRIK BERKUALITAS TINGGI BAGI BANGSA INDONESIA DARI KASUS TESLA-NVIDIA.
Dalam tiga karya buku saya tentang revolusi teori atom dengan simpulan bahwa teknologi sudah diambang batas dan tidak akan pernah menyentuh setara dengan kecerdasan manusia dan konsep teori atom saya ini merupakan solusi bagi NVIDIA jika mereka mau sadar.
Berikut ini contoh kasus terbatasnya kemampuan sistem kecerdasan buatan:
NHTSA akan menindaklanjuti banyaknya kasus kecelakaan yang tidak wajar dari teknologi kecerdasan buatan-kemudi otomatis dari produk TESLA dan berpotensi menimbulkan kerugian bagi TESLA lebih dari 2 triliun rupiah.
Lebih dari 5 tahun pengembangan sistem kemudi otomatis ternyata sudah sepuluh kecelakaan terjadi pertahun dan bahkan sampai menimbulkan kematian akibat sistem kemudi otomatis pada mobil produk TESLA tersebut.
Salah satu contoh bencana akibat kefatalan “autonomous car” dari konsep inovasi “smart city” (yang merupakan bukti bahwa teknologi sudah diambang batas dan sudah tak dapat dikembangkan lagi lebih jauh) adalah sebagai berikut:
Bisnis.com, BEIJING – Seorang warga negara China mengajukan gugatan kepada Tesla Motor Inc setelah anaknya tewas saat mengendara salah satu kendaraan yang diproduksi perusahaan asal Amerika Serikat itu.
Dikutip dari Reuters, Jumat (16/9/2016), pria itu beranggapan sistem autopilot yang diterapkan oleh Tesla menjadi penyebab dari kecelakaan tersebut.
Tesla telah membuat klaim atas kemampuan Autopilot atas mobil produksinya beberapa tahun terakhir. Bahkan, fitur “Full Self Driving” mulai diberikan pada 2016.
Pada 2020, Tesla ternyata masih memerlukan driver yang memanfaatkan sistem Autopilot di mobilnya.
Kasus lain, di event CES pada bulan Januari lalu, Nvidia sempat bicara panjang-lebar mengenai rencananya memaksimalkan artificial intelligence di industri otomotif. Mereka tidak segan menghabiskan dana miliaran dolar untuk melakukan riset di bidang pengembangan sistem kemudi otomatis, dan sederet inovasi sudah mereka siapkan bagi mitra pabrikan mobil yang tertarik.
Namun situasinya berubah setelah kasus kecelakaan yang melibatkan mobil kemudi otomatis Uber pada tanggal 19 Maret lalu, yang memakan korban seorang wanita berusia 49 tahun. Selang beberapa hari setelahnya, Recode melaporkan bahwa Nvidia memutuskan untuk menyetop semua pengujian mobil kemudi otomatisnyaselagi investigasi atas kasus Uber berlangsung.
Sementara kita diiming-imingi tipuan palsu branding mobil canggih dengan kendali robot, sehingga kitapun tersihir dan rela membeli mahal produk apapun karya Eropa dan China. Ketika kedua produsen tersebut makin kaya saat pandemi sementara bangsa Indonesia terus menjadi konsumen payah dan mengekor pada mereka, ini berbahaya!
Tatkala keuntungan optimal diraih oleh dua produsen AEV tersebut, sementara kita sibuk dengan perdebatan, maka Eropa dan China sangatlah mudah membumihanguskan rakyat Indonesia secepat kilat – baik secara invasi langsung maupun melalui politik devide et impera.
Solusi terbaik dari masalah di atas adalah segera kembangkan produk EV lokal baik secara kuantitas dan kualitas. Menjadikan UKM yang merupakan penyumbang terbesar penghasilan Negara sebagai platform inovasi tingkat tinggi bagi Industri dan BUMN untuk memproduksi teknologi tinggi yang memiliki daya jual tinggi (bisnis inklusif).
Sehingga kedepannya quad helix dapat mengkoodinir lebih mudah dalam membentuk unique value dan mengatur supaya setiap produk transportasi yang dihasilkan Negeri bisa berekspansi mendunia dan melintas abad – CUAN besar berkelanjutan.
3. “UNIQUE VALUE” YANG BERGUNA UNTUK MELANCARKAN EKSPANSI PERUSAHAAN DIBENTUK DENGAN INVESTASI INOVASI TINGKAT TINGGI JANGKA PANJANG SEHINGGA TERBENTUK KEBERLANJUTAN USAHA.
Xiaomi memiliki independensi yang sangat tinggi bahkan berani keluar dari cengkraman HUAWEI.
Sehingga peluang untuk berekspansi mendunia dan melintas abad jauh lebih besar dari HUAWEI – yang malah mau bermain kotor dengan bisnis palsu antariksa.
“As the consumer electronics products are empowered to be more and more intelligent, Xiaomi plans to invest CNY 50 billion for the next five years in technology innovation projects. “
Oleh karena itu, sangatlah bijak jika XIAOMI serius berinvestasi dalam proyek inovasi tingkat tinggi jangka panjang untuk membentuk UNIQUE VALUE agar bisa berekspansi mendunia dan melintas abad.
4. INOVASI TINGKAT TINGGI AKAN MEMBENTUK UNIQUE VALUE PROPOSITION SEHINGGA INOVASI YANG DIHASILKAN SELALU SELANGKAH LEBIH MAJU.
Empat tahun sebelum China berinovasi dan mengeluarkan produk “smartphone” dengan kipas pendingin, kami UD. BERKAH JAYA KOMPUTER – PANCANOMICS sudah membuat, menguji dan menjual teknologi serupa namun lebih canggih dengan inovasi tingkat tinggi;
“KOMPAS.com – Seiring dengan peningkatan kinerja, jeroan ponsel menjadi semakin panas. Sejauh ini suhu masih bisa diredam dengan pendingin pasif seperti penerapan lempengan heatsink lebar dan heatpipe.
Namun, ke depan, tren pendingin ponsel bisa jadi mengarah ke active cooling dengan kipas layaknya laptop. Contoh perdananya sudah muncul dalam wujud Nubia Red Magic 3, ponsel gaming pertama yang dibekali fan pendingin internal.”
5. UNIQUE VALUE MENGHASILKAN TINGKATAN KEAUTENTIKAN PRODUK.
Sangat mencengangkan bahwa perusahaan Meizu technology yang baru 40 kuartal bisa hampir membalap total kekayaan perusahaan Nokia yang sudah hampir 1 abad dengan nilai market valuasi USD 5 miliar lebih.
Sementara kita melihat samsung semakin jauh melesat dengan total market valuasi lebih dari USD 300 miliar.
Apa rahasianya?
Akan saya beritahu, tapi mohon do’akan di setiap sujud sholat kalian agar saya diberikan kekuasaan melebihi kerajaan Nabi Sulaiman ‘alaihissalam sehingga dapat membinasakan apa yang pantas untuk dibinasakan!
Rahasianya adalah semakin autentik sains dan teknologi yang diciptakan sistem perusahaan sehingga tercipta kualitas teknologi produk yang tinggi maka semakin besar peluang perusahaan tersebut berkembang pesat serta akan memperbesar peluang untuk melintas abad.

Hal ini berlaku juga bagi segala jenis produk UKM-INDUSTRI-BUMN, baik dalam teknologi pengolahan produk maupun mindset pengusaha agar produknya mempunyai sifat otentik dengan IPTEK yang independen – IPTEK YANG IMTAQ.
RIZAL PAHLEVI
OWNER PROGRAM INOVASI TINGKAT TINGGI PANCANOMICS
2 tanggapan untuk “PELUANG CUAN BESAR PLUS UNIQUE VALUE BAGI INDUSTRI TRANSPORTASI LOKAL DARI INOVASI TINGKAT TINGGI TEORI ATOM BARU”