
PANCAVERSE adalah suatu program yang memiliki VISI agar pribumi menguasai peredaran dana teknologi global untuk pemerataan ekonomi dan menghilangkan batas antar Negara sehingga dapat berdaulat layaknya Negara di dalam Negara dengan berlandaskan IPTEK yang IMTAQ.
Untuk itu, PANCAVERSE memiliki beberapa variabel diantaranya:
Yaitu suatu metode inovasi aplikatif dari penghapusan suatu ilmu pengetahuan Alam yang secara selektif berdasarkan sesuai tidaknya dengan bukti eksperimen – riset skala laboratorium (evidence base).
Suatu teknologi kuantum komputer yang dapat digunakan untuk keperluan umum – komersil pada suhu ruangan normal – NTP/ATP (dengan mengabaikan supremasi kuantum Eropa) sehingga memiliki independensi tinggi.
Standar massa independen wajib dimiliki bangsa Asia untuk memutar sejarah Asia atas Eropa dengan pribumi sebagai pelopornya.
4. Robot phyton.
Suatu aplikasi basis hijriyyah yang mengintegrasikan akurasi untuk keperluan pertanian hingga industri militer dengan tingkat akurasi sejauh jarak satu tahun cahaya.
5. Toba society.
Suatu aplikasi basis Alam Semesta kubus yang berfungsi sebagai rebranding wisata lokal Danau Toba dengan urgensi penyelamatan makhluk hidup dari kepunahan dan solusi iklim global yang nyata secara hakikat.
Suatu aplikasi basis revolusi teori atom dan gravitasi tingkat Dunia untuk membentuk suatu landasan inovasi produk teknologi tinggi yang independen.
7. Fusion program.
Integrasi pemberdayaan ahli kimia lokal dan teknologi untuk membentuk surplus GDP Negara lebih besar dari 1.000 triliun rupiah, menciptakan lapangan kerja untuk 1.000.000 penduduk perkuartal dan meningkatkan ekspor produk lokal lebih besar dari 15%.
Kunci inovasi tingkat tinggi adalah transisi sains di bidang atom dan gravitasi.

INDONESIA berpotensi meraup CUAN 70.000 triliun rupiah dengan memutar sejarah Asia atas Eropa. Salah satu mekanisme untuk tercapainya misi tersebut adalah dengan cara menumbalkan Jepang.
Ada satu poin yang perlu diperhatikan;
Agar Indonesia bisa memanfaatkan kondisi geopolitik ini maka harus paham dan jangan sampai tertipu sihir kecerdasan buatan berbentuk humanoid – seperti yang dialami Saudi dan Jepang.
Kalau saja Negara Saudi tidak ada Malaikat Penjaga, tentunya sudah setengah binasa seperti sistem bisnis Jepang. Bagaimana tidak? Bisnis prostitusi hingga memakan anak sendiri menjadi sebuah ajang untuk mencari duit di Negeri Sakura tersebut.
Bukan hanya itu, perjudian saham dan merajalelanya pemahaman atheisme berkembang pesat karena menganggap dan meyakini “fear factor” palsu ala sains Eropa yaitu robot dapat bertindak sebagai Tuhan baru yang lebih cerdas dari manusia. Sehingga VUCAS seperti ini dimanfaatkan oleh GLADSTONE LLC – AMERIKA dengan cerdas melalui skema proyek SMART CITY untuk meraup keuntungan proyek bernilai ribuan triliun rupiah.
RIZAL PAHLEVI
OWNER PROGRAM INOVASI TINGKAT TINGGI – PANCAVERSE