BISNIS ANDA BISA MAJU DENGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI MASA DEPAN YANG TERINTEGRASI DENGAN INOVASI TINGKAT TINGGI! In syaa Allah!
Kunci teknologi komunikasi masa depan adalah dengan memahami konsep gravitasi yang berasal dari api neraka-neutrino, sedangkan kunci bisnis sukses dalam jangka panjang adalah dengan memiliki teknologi komunikasi masa depan.
“…neutrino ini berinteraksi sangat lemah, maka dapat dimungkinkan juga alat radio komunikasi neutrino tanpa perlu lewat satelit, karena kita bisa lansung berkomunikasi antar telpon. Untuk penelitian ke depan, diharapkan penelitian-penelitian di ranah dasar (fundamental) perlu ditingkatkan dan dikembangkan, khususnya yang berkaitan dengan penelitian tentang partikel neutrino dari segi teori maupun eksperimen. Penelitian tentang sifat-sifat neutrino sangat penting untuk mengetahui bagaimana partikel ini dapat dimanfaatkan untuk teknologi masa depan. Salah satu pemanfaatannya adalah untuk teknologi komunikasi modern.”
[Apriadi Salim Adam Sc.D-Peneliti Pusat Penelitian Fisika Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia]
Dengan penguasaan teknologi komunikasi maka setiap perusahaan akan mendapatkan suatu kekuatan pasokan data yang diperlukan agar perusahaan bisa lebih berekspansi di masa depan sehingga bisa langgeng tanpa harus bermain judi dan pesugihan!
PELUANG CUAN 71 TRILIUN RUPIAH LEBIH DARI INOVASI TEKNOLOGI FASE BULAN-KALENDER HIJRIYYAH! CUAN RATUSAN TRILIUN ALA ROLEX!
Bagaimana mungkin harga seekor jam tangan bisa lebih mahal dari sebuah mobil Pajero Sport! Padahal tidak berlapis emas ataupun perak! Ya, dengan teknologi “moonphase” sebagai “unique value proposition” ROLEX memproduksi jam tangan senilai hampir 1 miliar rupiah per unit!
Akan tetapi, kali ini kita akan melihat peluang cuan dari inovasi tingkat tinggi sebuah produk dengan fase bulan kalender Hijriyah yang lebih akurat bahkan terhadap jarak satu tahun kecepatan cahaya! Bukan hanya itu, selain untuk memberikan nilai tambah bagi produk teknologi, fase bulan kalender Hijriyah juga akan menjadi solusi akurasi teknologi pada sektor pertanian dan keberkahan pada suatu Negara secara umum!
BISNIS STANDAR MASSA MENDATANGKAN CUAN RIBUAN TRILIUN DAN KEBERKAHAN GLOBAL DENGAN IPTEK YANG IMTAQ!
Judul di atas akan berlaku sebaliknya jika kita masih memakai dan mengekor standar massa berdasarkan sains atheisme bangsa Eropa! Mengapa demikian? Karena selama ini standar massa 1 kg yang diakui dunia ternyata tidak memiliki akurasi dan presisi yang memadai sehingga masih membuka peluang bagi setiap Negara untuk berinovasi menciptakan standar massa masing-masing.Sementara produk teknologi “kibble balance”-dibuat berdasarkan konstanta Planck yang ditawarkan oleh oknum Eropa justru akan menciptakan kekacauan di dunia karena berpotensi menimbulkan kecurangan timbangan tiap instansi hingga tiap Negara yang memiliki unit alat tersebut!
Kurikulum ibarat sebuah teknologi penyokong untuk mencapai tujuan suatu pendidikan agar SDM sejahtera dan berekspansi.
MARI UBAH POLEMIK KURIKULUM NEGARA MENJADI APOLOGI SESUAI MANDAT UNDANG-UNDANG DASAR!
Polemik akan terus terjadi karena kurikulum yang sudah ada tidak sesuai atau tidak sinkron dengan mandat UU. No.20 Tahun 2003. Bagaimana tidak?! Sains yang diadopsi dalam perangkat pembelajaran sendiri merupakan sains atheisme Eropa.
Polemik kurikulum akan berakhir jika VUCAS di Negara tersebut dihancurkan melalui skema perombakan kurikulum sehingga tidak terjadi stagnasi teknologi. Dengan demikian, rakyat Indonesia akan sibuk dengan kegiatan produksi dan berekspansi.
Oleh karena itu, perombakan kurikulum menjadi suatu keharusan agar bisa sinkron atau sesuai dengan mandat UUD. Adapun di Indonesia, dalam UU No.20 tahun 2003 pasal 1 ayat (19), konstitusi menyatakan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Lebih lanjut, pada pasal 36 ayat (3) disebutkan bahwa kurikulum disusun sesuai dengan jenjang dan jenis pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: Peningkatan iman dan takwa; Peningkatan akhlak mulia; Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat peserta didik; Keragaman potensi daerah dan lingkungan; Tuntutan pembangunan daerah dan nasional; Tuntutan dunia kerja; Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni; Agama; Dinamika perkembangan global; dan persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan.
Dengan estimasi anggaran kurang dari 100 miliar rupiah yang diperuntukkan untuk mengubah kurikulum, Indonesia sudah selangkah menuju Negara Super Power yang bisa jadi pengendali Amerika dan China setelah United Kingdom.
KURIKULUM BASIS INOVASI TINGKAT TINGGI MEMBUAT CHINA BEREKSPANSI MENDUNIA.
“Pada tanggal 15-18 Juni 1999, diadakan konferensi, Pemerintah China menyadari bahwa untuk bisa bertahan menghadapi globalisasi perlu menyiapkan generasi muda yang kreatif dan inovatif.Apalagi China menghadapi masalah pencemaran lingkungan yang semakin parah dan populasi penduduk yang terus bertambah.
Pada bulan September 2001 dikeluarkan kurikulum baru yang menitikberatkan pada inovasidan kemampuan mengaplikasikan teori dalam kehidupan sehari-hari.”
Semakin tinggi tingkatan inovasi bisnis suatu Bangsa dan Negara maka akan semakin banyak pendapatan Negara sehingga semakin makmur ekonomi bangsanya.
IPTEK YANG IMTAQ DENGAN INOVASI TINGKAT TINGGI SEBAGAI SOLUSI MENGAKHIRI STAGNASI TEKNOLOGI.
Menurut Prof. Badri Yatim, adikuasa dunia, Kerajaan Turki Usmani juga mengalami kehancuran karena berbagai faktor: 1.Wilayah kekuasaan yang sangat luas. Sehingga administrasi pemerintahan menjadi rumit dan tak beres. Di sisi lain, para penguasanya memiliki ambisi yang besar untuk memperluas wilayah kekuasaan. 2.Heterogenitas penduduk. Akibat menguasai wilayah yang luas, Turki Usmani mengendalikan berbagai etnis penduduk. Heteroginitas itu memicu banyaknya pemberontakan. 3.Kelemahan para penguasa. Sepeninggal Sulaiman AlQanuni, Turki Usmani dipimpin sultan-sultan yang lemah, baik keperibadian, maupun kepemimpinan. Akibatnya pemerintahan menjadi kacau. 4.Budaya pungli. Perbuatan pungli melemahkan kekuatan kerajaan. Setiap orang yang menginginkan jabatan harus menyuap atau membayar uang pelicin. 5.Merosotnya ekonomi. Peperangan yang terus dilakukan membuat perekonomian merosot. Pendapatan berkurang, sementara belanja untung perang terus menguras anggaran negara. 6.Stagnasi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kemajuan yang telah dicapai dalam ilmu pengetahuan dan teknologi tak dikembangkan para penguasa terakhir. Akibatnya, Turki Usmani kalah canggih dari segi persenjataan dibandingkan negara-negara Barat.
Fakta stagnasi teknologi di Indonesia sangat terasa sekali dimana kurang percaya dirinya untuk menciptakan sesuatu teknologi yang dapat menggebrak dunia sains dan malah terus mengekor pada sains atheisme Eropa. Solusi?
Mari viralkan konsep IPTEK YANG IMTAQ ala HABIBIE!
BJ. Habibie merupakan penggagas Sains berdasarkan IPTEK yang IMTAQ pertama di dunia sehingga masih tersamar bagi dunia sains secara umum dan masih kurang dukungannya dari masa ke masa-kroscek ceramah beliau di Kairo. Sedangkan Einstein penggagas sains berbasis atheisme yg terkenal karena mendukung statement ilmuwan antar abad Newton yang juga mendukung pula secara berantai konsep atheisme Democritus. Dengan menjadikan IPTEK YANG IMTAQ besutan Habibie sebagai trending tekno-sains maka peluang untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama dunia akan semakin terbuka lebar. Dengan demikian, akan mempermudah ekspansi seluruh sektor industri Negeri.
Oleh karena itu, agar Indonesia maju secara POLEKSOSBUDTEK maka kita harus mau mendukung konsep IPTEK yang IMTAQ sebagai basis kurikulum inovasi. Skema selengkapnya:
Training gravitasi adalah sebuah perangkat pembelajaran agar Indonesia bisa mengendalikan 30 ilmuwan Negara lebih untuk kemajuan di sektor POLEKSOSBUDTEK NEGARA seperti halnya yang dilakukan Amerika seratus tahun yang lalu melalu program VUCAS.
BISNIS ADALAH MEMBUAT TAKUT NEGARA LAIN.
Skema pertama: “Sebuah buku dari seorang whistleblower nuklir memiliki klaim yang mencengangkan yakni Angkatan Udara Amerika pernah memiliki rencana untuk menghentikan rotasi bumi dengan seribu roket dengan tujuan agar rudal nuklir Soviet salah sasaran. Rencana pertahanan rudal yang disebut sebagai Wile E. Coyote ini memang gila meski secara teori bisa dilakukan.
Klaim itu disampaikan Daniel Ellsberg yang bekerja untuk RAND dari 1960 hingga 1970 dan mengatakan dia melihat rencana itu sebelum dia meninggalkan perusahaan tersebut. Pada dasarnya cara ini dilakukan dengan menggunakan 1.000 mesin roket diletakkan secara horizontal di permukaan bumi yang akan ditembakkan ketika rudal sedang terbang menuju Amerika.”
|By AZ, 22/01/2019|
Ketika kabar ini terdengar di sebagian antero jagad Alam Semesta Kubus dalam tempo 160 kuartal berikutnya PDB Amerika mengalami peningkatan kenaikan yang sangat tajam (eksponensial) senilai 70.000 trilyun lebih (jika dirupiahkan). Hal iniberarti tiap tahunnya terdapat surplus GDP sebesar 1.750 trilyun lebih dalam arti selama itu setiap tahun Amerika mengerahkan 20 ilmuwan setara BJ. Habibie yang mengimplementasikan inovasi tingkat tingginya diAmerika.
Oleh karena itu, hanya dengan Inovasi Tingkat Tinggi dalam militer (“fear factor”) sebuah inovasi segala jenis produk bangsa akan memiliki keberlanjutan bagi perusahaan bahkan sebuah Negara.
Skema kedua: “Dikutip dari The Diplomat, Minggu (15/9), ketika industri teknologi militer China telah berkembang pesat, Rusia tidak banyak berupaya untuk berinovasi dalam industri teknologi militernya.”
Sehingga dengan seluruh proyek inovasi tingkat tingginya terutama bidang militer, PDB China dapat melesat naik secara signifikan di atas 5% dengan surplus keuntungan bersih penghasilan bangsanya selama beberapa kuartal sebesar 14.000 trilyun lebih (jika dirupiahkan).
Peluang bagi Indonesia dari dua skema di atas? UKM INDONESIA harus memulainya dengan mengikuti program inovasi tingkat tinggi sehingga kedepannya mayoritas akan bertransformasi dari bisnis makanan dan pakaian menjadi sebuah bisnis teknologi. Mengapa harus demikian?! Agar setiap produk UKM bisa berekspansi mendunia dan melintas abad dengan cara yang mudah dan halal. Rakyat Indonesia! EROPA dan CHINA telah meraup keuntungan yang sangat besar secara reaksi berantai dari proyek sains mereka. Itu karena dengan proyek sains, maka produk apapun yang ditelurkan sebuah Negara akan menghasilkan “create knowledge” yang berharga mahal bagi bangsa lain yang menikmatinya.
Contohnya proyek LHC menghasilkan keuntungan bersih 50 trilyun lebih belum ditambah efek keuntungan berantai yang ditimbulkannya pada produk Eropa lainnya sehingga menghasilkan nilai tambah yang sangat besar.
Lalu adakah peluang proyek sains untuk produk UKM INDONESIA khususnya agar bisa bernilai tinggi di mata dunia-“FEAR FACTOR”? Tentu saja ada! Berikut ini proyek yg kami tawarkan: Proposal Excellent Project in Astrophysics! Finding G-WAVE better than Einstein Telescope! ●Bagi yang memiliki tempat kosong area JABODETABEK, sekiranya bersedia mendermakan menjadi lab. Untuk proyek ini sekaligus membuka bisnis les kursus pelajaran dan IT. ●Rencana tahap awal kita akan memanfaatkan teknologi sensor gravitasi pada smartphone kemudian dikembanginovasikan seperti Harvard Tower Experiment.
Sekalipun Rusia diboikot SWIFT, jika inovator Rusia cerdas memanfaatkan RQC maka hal ini tidak akan menjadi ancaman serius bagi KEMERDEKAAN bertindak Rusia. Jadi kunci KEMERDEKAAN suatu Negara di era sekarang adalah INOVATOR bukan lagi PROKLAMATOR.
Di perang dunia 3 senjata yang paling dominan selain nuklir-alutsista dan yang menjadi kunci kemenangan perang adalah kuantum komputer.
Indonesia wajib memiliki teknologi ini, karena itu Indonesia wajib memanfaatkan hasil inovasi tingkat tinggi yang sudah tersedia dalam bentuk teknologi mini kuantum komputer PANCANOMICS.
Dengan memiliki teknologi inti seperti ini maka hakikat KEMERDEKAAN Indonesia dalam POLEKSOSBUDTEK akan bisa diperoleh serta dapat mendukung segera terlaksananya empat pilar teknologi Bangsa.
Untuk mewujudkan Negara Super Power, setidaknya ada empat pilar yang wajib ada pada suatu Negara:
1.Inovasi Teknologi Pertambangan
Setiap Negara ingin sekali mempunyai SDA yang melimpah layaknya nuswantoro ini, karena itu bangsa ini harus dapat mengolah SDA tersebut secara mandiri agar perekonomian maju.
Tidak dapat dipungkiri setiap Negara menginvasi Negara lain karena ingin merebut SDA baik secara perang ataupun penguasaan politik dan jeratan hutang antar Negara.
Solusi yang terbaik adalah bangsa ini harus mau melepas kuasa asing dan berupaya menciptakan inovasi teknologi untuk mengolah pertambangan secara mandiri sehingga bisa membuka anggaran untuk masalah yang lain.
2.Inovasi Teknologi Pengolah Sampah
Sampah adalah suatu potensi besar sumber energi alternatif yang dapat membuat sebuah bangsa lebih maju dan sehat.
Di India, sampah digunakan untuk sumber energi pengolahan produk berbagai jenis industri sehingga Negara tersebut maju pesat dalam hal ini.
Di Jerman, setiap industri dan pemerintahan bertanggung jawab terhadap sampah kemasan dengan cara membeli sampah tersebut dari masyarakat, sehingga berdampak masif untuk kesehatan dan stabilitas Negara tersebut karena lingkungannya yang lebih sehat.
Di Jepang, dengan memanfaatkan penemuan bakteri baru pengurai sampah plastik yang Allah takdirkan kondisi kimiawi perairan di sana cocok untuk tumbuhnya bakteri tersebut, memungkinkan Negara tersebut dapat melakukan inovasi teknologi yang dapat berpengaruh secara masif dengan menghemat anggaran dalam jangka panjang.
3.Inovasi Teknologi Komputasi
Tidak bisa dipungkiri lagi bidang transfer pengetahuan ini menjadi mantra sakti untuk menghasilkan penghasilan baik secara individu maupun korporasi, untuk sebuah Negara perlu adanya sebuah inovasi untuk menciptakan suatu kuantum komputer yang dapat menghemat anggaran 20 kali lipat dibanding super komputer tercanggih di dunia, sehingga berguna untuk kepentingan pembuatan teknologi lain secara lebih efektif dan efisien.
4.Inovasi Teknologi Militer
Kunci Negara berdaulat adalah kekuatan militer yang besar, sekaya apapun suatu Negara akan rapuh tanpa militer yang kuat, karena itu bangsa ini harus mau memanfaatkan kemampuan bangsa nya untuk membuat suatu teknologi militer yang canggih dan dapat diperhitungkan Negara lain, jangan hanya cuma membeli senjata dari Negara lain, karena bisa jadi terdapata fungsi mata-mata pada senjata tersebut seperti halnya fungsi “spy” pada prosesor intel.
Segal pilar di atas harus dilakukan dengan dukungan triple helix agar berjalan dengan baik, sebagaimana yang dilakukan Jerman, dll.
Dan segala pilar di atas juga memiliki topang inovasi mandiri bangsa tersebut bukan mengandalkan bangsa lain yang juga berkepentingan.
Agar usaha Anda terus berputar dengan aman maka wajib adanya teknologi proteksi yang canggih dan independen dalam bentuk mini kuantum komputer.
Mungkin tidak selamanya transaksi digital berjalan aman seperti halnya yang dialami salah satu mahasiswa di luar sana. Kejadian phishing mengakibatkan kerugian milyaran rupiah bagi mahasiswa tersebut disebabkan teknologi keamanan data yang kurang memadai dalam bisnis digital.
Contoh kejadian skema advance:
ISO IEC 27001 merupakan standar manajemen keamanan data usaha dari hulu ke hilir untuk diimplementasikan mulai dari UKM-INDUSTRI-BUMN dengan independensi tinggi karena acuan rekayasa standar berasal dari SWISS (sekalipun kedok).
Sistem manajemen tersebut tentu saja ibarat pedang bermata dua, efek meruntuhkan perusahaan skala masif akan jauh lebih besar jika tidak diintegrasikan dengan inovasi tingkat tinggi.
Selain untuk efektivitas, efisiensi dan performa tingkat tinggi, mini kuantum komputer PANCANOMICS juga dirancang untuk keamanan data tingkat tinggi sehingga mendukung keberlanjutan usaha.
Konspirasi mesin waktu hakikatnya adalah pencurian data perusahaan seluruh Negara Asia terkecuali China. Oleh karena itu, layanan “wayback machine” tidak tersedia untuk China.
Jika saja China terlayani dengan mesin berpemrograman ‘phyton’ tersebut tentu semua proyek inovasi tingkat tinggi yang salah satunya adalah inovasi “matahari buatan”, tidak akan pernah terlaksana. Maka keuntungan 14.000 trilyun pun tak akan pernah didapatkan Negeri tirai bambu tersebut.
Inilah pentingnya kerahasiaan dan keamanan data dari pemburu data agar badan usaha hingga Negara mendapatkan profit secara masif dan langgeng.
Info selengkapnya, konsultasi dan kemitraan bisnis inovasi tinggi agar usaha bisa berekspansi mendunia dan melintas abad (UKM/IKM-INDUSTRI-BUMN): 082110788002
Rizal Pahlevi | Program Inovasi Tingkat Tinggi PANCANOMICS™ “Program Inovasi Terbaik dan Pertama di Dunia Yang Membantu UMKM Untuk Berekspansi Mendunia dan Melintas Abad via Inovasi Tingkat Tinggi berlandaskan IPTEK yang IMTAQ Dengan Formulasi Modifikasi Rumusan Fisika Nuklir Skema SCaD”
Pembentukan COUNTRY BRANDING dengan “core technology” berbentuk mini kuantum komputer sangatlah diperlukan Indonesia sebelum ber-IKN ria.
Ibarat mau cerai terus hendak kawin lagi, setidaknya perbaiki dulu bini yang ada agar menjadi sholehah dan beranak banyak, karena bisa jadi bini baru jauh lebih buruk! Inilah kiasan sebelum ber-IKN ria maka setidaknya perbaiki dulu sampah menumpuk di jabodetabek agar berCUAN banyak!
Program memusnahkan sampah JABODETABEK yang berfungsi untuk mengatasi banjir dan memperbaiki kesehatan serta ekonomi rakyat sangatlah penting sebelum ber-IKN ria. Karena bisa jadi benefit yang dihasilkan kedepannya dari program ini bisa digunakan untuk PEMBANGUNAN IKN.
Potensi CUAN yang diperoleh dengan program ini adalah 3.000 triliun rupiah. Bagaimana tidak?! Dengan berhasilnya Jabodetabek dalam mengatasi sampah maka bencana banjir menjadi teratasi sehingga akses transportasi menjadi lancar, kesehatan rakyat meningkat dan hawa positif perkembangan bisnis akan meningkat dst.
Dari segi efisiensi maka anggaran yang diperlukan untuk tiap 44 kecamatan di Jabodetabek 100 miliar rupiah (belum termasuk maintenance dan sparepart teknologi). Bandingkan dengan proyek sumur resapan-300 miliar lebih namun tidak berdampak signifikan sama sekali dalam mengatasi banjir JAKARTA.
Program pemusnah sampah JABODETABEK merupakan solusi inovasi tingkat tinggi terefektif dan relevan sebelum ber-IKN ria.
Program seperti ini merupakan CONTOH “EXTRAORDINARY EFFORT” yang sesungguhnya.
Ingin Ekonomi Indonesia maju? Solusi terbaik, terefektif dan relevan saat ini adalah musnahkan sampah JABODETABEK dengan reaktor dan sejenisnya. INILAH UPAYA LUAR BIASA (extraordinary effort) yang sesungguhnya;
Upgrade seluruh bank sampah di Indonesia menjadi lembaga pemusnah sampah massal merupakan solusi inovasi tepat sasaran, tepat manfaat dan relevan dalam memperbaiki kondisi sosio-ekonomi Negara secara umum.
Semenjak tahun 2013 sebanyak 58% sampah di Indonesia belum terkelola dengan baik dan dari tahun ke tahun persentase ini semakin meningkat.
Oleh karena itu perlu adanya suatu terobosan secara politik sekaligus sosial untuk menanggulangi hal tersebut.
Solusi kedepannya untuk menghadapi problem sampah yang belum terkelola dengan baik adalah mau tidak mau seluruh bangsa harus berevolusi dari mulai mengajukan anggaran dan teknologi pengelolaan.
Karena tanpa merubah sistem politik serta tanpa mengedukasi masyarakat tentang pentingnya anggaran untuk inovasi teknologi yang canggih maka teknologi hanya sebuah wacana sampai pun 100 tahun kedepan dan parahnya lagi sampah akan semakin menumpuk dan semakin menjadi masalah besar di Negara ini serta stabilitas suatu Negara akan terancam karena pengaruh buruk dari sampah terhadap kesehatan bangsa tersebut.
Info selengkapnya, konsultasi dan kemitraan bisnis inovasi tinggi agar usaha bisa berekspansi mendunia dan melintas abad (UKM/IKM-INDUSTRI-BUMN):
082110788002
Rizal Pahlevi | Program Inovasi Tingkat Tinggi PANCANOMICS™
“Program Inovasi Terbaik dan Pertama di Dunia Yang Membantu UMKM Untuk Berekspansi Mendunia dan Melintas Abad via Inovasi Tingkat Tinggi berlandaskan IPTEK yang IMTAQ Dengan Formulasi Modifikasi Rumusan Fisika Nuklir Skema SCaD”
Isu iklim global merupakan peluang cuan bagi rakyat Indonesia melalui mekanisme TBP dalam bentuk TOBA SOCIETY untuk menyelamatkan umat manusia dari kepunahan massal yang sesungguhnya.
Dibalik keindahan objek wisata danau Toba tersimpan bahaya yang dapat memusnahkan seluruh manusia di muka Bumi jika tidak dirawat dengan baik.
Seharusnya pernyataan ilmuwan NASA tentang lebih berbahayanya potensi ledakan Danau Toba dibandingkan tabrakan asteroid dst. bisa membuat proyek TOBA SOCIETY lebih bercuan dibandingkan PLANETARY SOCIETY.
Efek perubahan iklim yang terjadi jika Toba “mengamuk” tentunya jauh lebih mengerikan dibandingkan hanya sekedar efek gas rumah kaca.
Lalu mengapa hal ini kurang diperhatikan masyarakat Dunia?
Hal ini dikarenakan tidak adanya inovasi tingkat tinggi pada sistem objek wisata Danau Toba. Solusi terbaik adalah dengan mempersenjatai objek wisata Danau Toba dengan TBP (dengan “core technology” berupa MINI KUANTUM KOMPUTER PANCANOMICS) dengan basis inovasi tingkat tinggi sehingga proses RE-BRANDING objek wisata Danau Toba akan memiliki efektivitas tinggi, tepat sasaran dan relevan untuk kemajuan wisata Nuswantoro.
BISNIS WISATA LOKAL AKAN LARIS DAN BERKEMBANG PESAT DENGAN SKEMA “FEAR FACTOR” DAN INOVASI SAINS TINGKAT TINGGI!
Banyak yang tidak sadar bahwa saat pandemi objek wisata antariksa yang biayanya bisa mencapai ratusan milyar rupiah akan tetapi peminatnya malah meningkat sebanyak 80% setelah sering digembar-gemborkannya berita yang berisi tentang bahaya asteroid yang akan menabrak Bumi-“fear factor”.
Bayangkan pendapatan bisnis wisata tersebut jika dari 200.000 orang warga Indonesia yang berstatus kaya menjadi peminat dan membayar objek wisata tersebut. Bayangkan CUAN yang diperoleh objek wisata tersebut jika 40% penduduk kaya di seluruh dunia ikut dan membayar fasilitas wisata antariksa tersebut. Lalu bisakah objek wisata lokal seperti wisata Danau Toba bersaing dan mengalahkan keviralan objek wisata bangsa Eropa tersebut? In syaa Allah bisa dengan inovasi tingkat tinggi!
Oknum Eropa membuat seluruh manusia merasa takut dengan sebuah berita sehingga dari sana terciptalah sebuah profit yang besar;
Berita tentang asteroid yang akan datang diatur untuk menghapus bagian dunia ini dan membuatnya tidak dapat dihuni untuk masa depan yang dapat diperkirakan tidak diragukan lagi akan mendorong kepanikan massal dan upaya relokasi ke bagian “aman” planet ini.
“Ketika lebih banyak pengamatan terjadi, lokasi dampak akan menjadi lebih spesifik daripada “setengah dunia” yang merupakan titik awal dalam skenario PDC,” Dr Bruce Betts, kepala ilmuwan Planetary Society dan kepala program pertahanan planet, mengatakan kepada Daily Star.
“Jadi lebih sedikit pengungsi, tetapi jika dampaknya tidak bisa dihindari masih krisis pengungsi yang besar.”
Warga kaya kemungkinan akan mengalami sedikit kesulitan bergerak di seluruh dunia. Selandia Baru sudah menjadi bolthole populer bagi miliarder seperti Peter Thiel, yang diberikan kewarganegaraan untuk banyak kontroversi dan diduga telah mendirikan “bunker kiamat” di negara kepulauan itu jika bencana seperti itu pernah terjadi.
Namun kebanyakan orang tidak akan memiliki sarana untuk merelokasi secara pribadi dengan uang receh mereka sendiri, yang berarti beberapa jenis program suaka darurat perlu ditetapkan untuk memungkinkan orang melarikan diri.
Ini kemungkinan akan menyebabkan ketegangan besar pada sumber daya negara dan benua “aman”, dan tidak ada yang mengatakan persyaratan apa yang mungkin mereka butuhkan untuk masuk.
Bayangkan jumlah total keuntungan dari terkumpulnya dana sebesar 500 juta rupiah tiap orang yang menjadi member tahunan PLANETARY SOCIETY dikalikan dengan jumlah seluruh penduduk Asia!
Padahal ada yang lebih jauh!
Jauh lebih penting dan realistis dibandingkan isu jatuhnya asteroid!
Ini bukan pendapat saya.
Tapi ilmuwan NASA sendiri yang menyatakan bahwa ancaman danau Toba lebih besar daripada ancaman benturan benda angkasa.
Sudah menjadi fakta bahwa Toba menyebabkan “Kemacetan Evolusi” pada manusia saat letusan terakhirnya. Selain itu Toba lebih dekat dengan wilayah berpenduduk terbesar di dunia, India, Cina, dan Indonesia, sehingga dapat membunuh lebih dari 2 miliar manusia.
Meski demikian, karena baru meledak, Toba meletus 74 ribu tahun lalu dibandingkan Yellowstone 640 ribu tahun lalu, meski Toba hampir 3 kali lebih besar, tapi siklusnya masih lama. Dalam hal ini Yellowstone cukup lebih berbahaya.
“Saya adalah anggota Dewan Penasihat NASA untuk Pertahanan Planet, yang mempelajari cara-cara yang bisa dilakukan NASA untuk melindungi planet dari asteroid dan komet,” kata Brian Wilcox dari Laboratorium Propulsi Jet (JPL) di California Institute of Technology.
“Saya menyimpulkan dalam penelitian itu bahwa ancaman gunung api super jauh lebih besar daripada asteroid dan komet.”
Pernyataan dewan penasehat NASA seakan memberikan sindiran halus bagi yang masih percaya dengan segala proyek ruang angkasa dan menunjukkan fakta dan realita tersembunyi setelah sebelumnya kita berkali-kali ditipu dengan isu kiamat 2012 dll.
Pengalihan isu seperti ini membuat manusia lalai dalam menjaga lingkungan sekitar karena aliran dana global berputar pada proyek sains fiksi. Sehingga perubahan iklim buruk terjadi secara global akibat sekelompok oknum yang menguasai pikiran mayoritas manusia melalui media dan kurikulum.
TOBA SOCIETY bervisi menyelamatkan umat manusia dari ancaman bahaya isu iklim global yang sesungguhnya dan BERPOTENSI besar memberdayakan SDM dan SDA Negeri untuk berekspansi.
Untuk memperbaiki hal ini, mari kita bentuk TOBA SOCIETY untuk mengumpulkan dana dari bangsa Eropa yang telah menikmati kelezatan objek pariwisata tersebut sebagai tuntutan tanggung jawab keselamatan umat manusia, perawatan danau, kredit karbon, biaya inovasi dst.!
Agar industri gula dalam Negeri bisa mengalami pertumbuhan organik dan inorganik secara optimal maka perlu adanya “core technology” dalam bentuk teknologi mini kuantum komputer PANCANOMICS sebagai proteksi, efisiensi dan efektivitas sehingga kegiatan koordinasi perusahaan berjalan baik.
Hal utama dan sangat urgent untuk dibenahi bersama adalah perlunya industri gula lokal dan lembaga terkait memiliki teknologi mini kuantum komputer sebagai penyokong “big data” sehingga bisa mengoptimalkan hasil panen petani tebu, distribusi hasil produksi, transparasi harga jual, sinkronisasi data ekspor-impor dll. sehingga tercipta koordinasi yang efisien dan akurasi tinggi untuk peningkatan kualitas-kuantitas serta proteksi hasil produksi dalam Negeri.
“Harapannya memang yang penting adalah data, jadi harus betul dan sesuai dengan data, sehingga kebutuhan impor jumlahnya harus diatur dengan benar, artinya sesuai dengan kebutuhan di pasar agar tidak oversuply, kemudian harus diatur juga waktunya, karena kalau tidak, mungkin dalam waktu tertentu akan rendah dan harga gula bisa tinggi,” sambung Yadi.
Yadi berharap kebijakan impor gula yang akan dilakukan kedepan tidak menguntungkan satu pihak, namun justru mengorbankan pihak lain dalam hal ini petani gula dalam negeri.
Perlu diatur jumlah secara total kemudian diatur waktu dan kuota impornya sehingga tidak mengganggu produksi gula lokal, karena kalau datanya kurang tepat, atau tidak melihat kondisi, makanakan terjadi pasar yang tidak baik, pasar jenuh dan pasar langka,” tutupnya.- IDXChannel.com
Dengan adanya arus data yang memadai bagi pelaku industri gula Negeri tentunya akan menjadi landasan agar petani dan industri terkait mendapatkan dana insentif yang memadai pula.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ekonom Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Achmad Heri Firdaus mengatakan, banyak pekerjaan rumah pemerintah untuk membenahi industri gula dalam negeri guna mengurangi impor di periode mendatang.
Diantaranya memberikan insentif pada petani dan meningkatkan produksi gula.
Inovasi tingkat tinggi yang dilakukan Negara Brazil dalam teknologi perkebunan telah dicontoh oleh salah satu industri gula di India.Padahal India merupakan Negara yang diprediksi kuat akan menguasai nuklir dunia.
“In Brazil, Ridesa (Inter-university Network for the Development of the Sugar and Ethanol Sector) is a national programme for seed research, which involves the government, industry and universities.
Brazil also provides good illustration of direct involvement of industry in research.Copersucar, a large sugar producer, has been responsible for innovations through its 56 research arm.“
Kita beralih ke India, lantas inovasi proses seperti apa yang dilakukan industri gula di India?
Inovasi yang dilakukan India tergambar jelas seperti berikut:
Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Investasi, Syukur Iwantoro, mengatakan rahasia murahnya gula di negara tersebut lantaran pola operasi pabrik-pabrik di India yang tidak hanya fokus menghasilkan gula, tetapi juga produksi listrik dari sisa ampas tebu. Bahkan, hasil penjualan listrik ini menjadi pendapatan utama bagi para produsen gula di negara Bollywood tersebut.
“Di India kenapa gula murah? Karena pabrik gula di sana itu selain menghasilkan gula, juga menghasilkan listrik. Jadi pendapatan utamanya dari listrik. Sedangkan gula itu jadi pendapatan sampingan,” ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Sabtu (8/7/2017).
Sebenarnya bukan hanya efisiensi listrik yang digunakan pabrik gula di India. Akan tetapi, memperhatikan juga dari segi peningkatan teknologi efisiensi panas yang terbuang dari proses produksi.
Perlu diperhatikan! Efisiensi kalori ini memiliki impact yang signifikan tiap tahunnya dibanding efisiensi listrik. Artinya teknologi proses kristalisasi dengan suhu rendah benar-benar berhasil diterapkan oleh industri gula India.
“In most solutions, the solubility of the compound increases with rising temperature. As saturated solutions cool, the mixture becomes supersaturated and crystallization starts. The major advantages of cooling crystallization are very high uniformity of crystal size and energy efficiency. With heat input for evaporation eliminated, a tremendous energy savings is established.”
Inilah salah satu kunci terpenting suksesnya pabrik gula di India.
Dengan konsep sinergi diantara triple helix dalam berinovasi Brasil dan India merupakan Negara yang berhasil mengoptimalkan efektivitas dan efisiensi di sektor pertanian-perkebunan, contoh lain dalam produksi kopi Brasil;
“Luas lahan perkebunan kopi Indonesia mencapai 1,3 juta hektar.Sementara Brazil yang merupakan produsen kopi nomor wahid di dunia hanya memiliki lahan perkebunan kopi seluas 650 ribu hektar.”
Sudah saatnya Indonesia bergerak dan berinovasi tingkat tinggi untuk menggenjot efektivitas-efisiensi untuk mengoptimalkan produksi gula Negeri sehingga bisa berekspansi kedepannya.
Indonesia cukup dengan 8 juta hektar lahan pertanian sangat potensi untuk dioptimalisasi. Aksi nyata bisa dimulai dari implementasi robot phyton untuk akurasi tingkat tinggi masa tanam dan panen serta implementasi teknologi mini kuantum komputer sebagai “big data” untuk mencapai target hasil pertanian yang optimal.
Robot phyton sebagai solusi akurasi masa panen sehingga mengoptimalkan hasil panen.
Info selengkapnya, konsultasi dan kemitraan bisnis inovasi tinggi agar usaha bisa berekspansi mendunia dan melintas abad (UKM/IKM-INDUSTRI-BUMN):
082110788002
Rizal Pahlevi | Program Inovasi Tingkat Tinggi PANCANOMICS™
“Program Inovasi Terbaik dan Pertama di Dunia Yang Membantu UMKM Untuk Berekspansi Mendunia dan Melintas Abad via Inovasi Tingkat Tinggi berlandaskan IPTEK yang IMTAQ Dengan Formulasi Modifikasi Rumusan Fisika Nuklir Skema SCaD”
Untuk menyokong efisiensi dan efektivitas serta keamanan data industri dalam Negeri, kami hadirkan solusi teknologi mini kuantum komputer PANCANOMICS.
Adakah cara cara inovatif untuk menambal kekurangan produksi garam dalam Negeri?
Ya! Tercatat bahwa produksi garam 1,2 juta ton per tahun sementara kebutuhan garam nasional dua kali lipat lebih. Bagaimana cara menanggulangi hal tersebut? Langkah efektif apa jika dikaji secara teknologi? Beberapa pilihan teknologi pengolahan garam untuk meningkatkan produksinya: 1. Centrifuge portable ala tahun 1960an. 2.Hidroekstraksi dst.
Kedua inovasi proses tersebut meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses produksi yang intinya mengoptimalkan produksi garam secara kuantitatif & kualitatif dengan waktu yang efisien dalam keterbatasan lahan dan budget.
Sudah seharusnya Negeri ini jika dilihat dari panjang garis pantai menjadi Negara penghasil garam nomor wahid sedunia. Tapi mungkin takdir lebih mengarahkan ke arah lain, sehingga tugas bangsanya termasuk kita yang wajib berusaha berperang dan mengalahkan takdir buruk tersebut. Dengan berusaha serta bersinergi dalam inovasi, produksi garam diharapkan kedepannya bisa memenuhi kebutuhan Negeri bahkan bisa mencapai ekspor layaknya minyak goreng.
Perlu untuk diperhatikan!
Salah satu rahasia China sukses menghasilkan 58 juta ton garam pertahun ada pada penerapan mesin pengolah garam dengan teknologi Hidroekstraksi. Kemudian, salah satu rahasia India menjadi Negara ketiga penghasil garam terbesar dunia adalah dari hasil inovasi mesin portable yang memanfaatkan teknologi dengan gaya sentrifugal.
Dengan contoh inovasi proses seperti di atas diharapkan bangsa Indonesia dapat berinovasi lebih baik lagi melalui skema program inovasi tingkat tinggi.
Jadi, tertarikkah Anda membuat pabrik garam yang estimasi keuntungan produksi per 40 ton adalah 50 juta rupiah?